Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dulu Dapat Rp 1 M, Kini Hanya Rp 150 Juta

Posted by On 2:41 PM

Dulu Dapat Rp 1 M, Kini Hanya Rp 150 Juta

SEKAYU,PE- Program unggulan yang sempat booming di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yakni Satu Milyar Satu Desa (SMSD), telah hilang dua tahun terakhir. Oleh karena itu, Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Muba, meminta Pemkab Muba untuk mengembalikan program yang sempat menjadi icon Bumi Sesaran Sekate tersebut.

Ketua APDESI Muba, Edi Safari didampingi Bendahara APDESI Margaretha mengatakan, permohonan itu karena berkurangnya dana untuk desa yang dinilai cukup menganggu kegiatan dan perjalanan program yang ada di desa.

“Dimana program SMSD itu sebelumnya menjadi salah satu program ungulan Pemkab Muba, dalam percepatan pembangunan di desa. Terakhir program itu ada 2015 yang lalu. Tahun 2016 dan 2017 tidak ada. Jadi kita (APDESI) terus berjuang agar program yang menjadi icon Muba tersebut dikembalikan,” ujar Edi Safari, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Petaling Kecamatan Lais, kepada awak media, kemarin.

Dikatakannya, dalam dua tahun terakhir, desa hanya mendapatkan dana dari program dana desa yang dijalankan Pemerintah Pusat dengan besaran Rp 700 juta. Dimana dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur dan BUMDes. Sedangkan dana operasional, sambung Edi, tidak dimiliki oleh desa, sehingga mengalani kesulitan dalam melakukan kegiatan.

“Dua tahun kita tidak punya dana operasional, beli kertas saja kita kesulitan, apalagi untuk kegiatan lain. Tidak ada dana dari kabupaten, padahal dana desa kabupaten itu diperlukan untuk pembangunan musala, gedung PAUD dan operasional,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk 2018 Pemkab Muba dalam APBD Induk telah menganggarkan anggaran sebesar Rp150 juta untuk setiap desa. Dimana dana tersebut diperuntukkan Rp 100 juta untuk membiayai berbagai macam kegiatan, seperti biaya operasional, perangkat desa, karang taruna, dan lainnnya. Sedangkan Rp50 juta untuk kegiatan fisik. “Kalau dana ekon omi kreatif tidak ada,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, 10% dari APBD dialokasikan untuk dana desa. “Harus dikembalikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Drs Habiburahman melalui Sekretaris Ardiansyah, mengatakan, untuk tahun 2018 mendatang sudah dianggarkan sebesar Rp150 juta untuk setiap desa. “Ya kita anggarkan secara bertahap, tahun depan ada dana untuk desa dari Kabupaten,” tandasnya.SAF

Sumber: Google News | Liputan 24 Sekayu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »