Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tuntut Harga Kompetitif, Kementerian ESDM Juga Jalankan ...

Posted by On 5:07 AM

Tuntut Harga Kompetitif, Kementerian ESDM Juga Jalankan ...

sumber: esdm.go.id

INFONAWACITA.COM â€" Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dituntut dapat memberikan harga yang kompetitif. Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun tidak menutup kemungkinan jika harga listrik yang diajukan di atas Biaya Pokok Penyediaan (BPP).

Hal ini diungkapkan Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak dalam diskusi bertajuk Komitmen Indonesia dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan yang digelar di Hotel Ayana, Jakarta, Senin (4/12).

Yunus menjelaskan jika Permen 50 Tahun 2017 tentang pengembangan EBT benar-benar diterapkan oleh Kementerian ESDM. Dimana salah satunya dengan membuka peluang untuk pros es bussines to bussines (b to b).

“Jika rata-rata BPP pembangkit kurang, maka BPP b to b,” ujar Yunus.

Yunus mencontohkan proyek pembangkit Panas Bumi Rantau Dedap yang berada di Kabupaten Muara Enim dan Lahat, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Harga listrik ini akhirnya melalui proses amendemen perjanjian jual beli tenaga listrik (power purchase agreement/(PPA).

“Eksploitasi dan eksplorasi panas bumi harus semangat, karena pemerintah tidak mungkin ketika panas buminya sudah nongol tidak mungkin tidak dibeli dan pastinya harus sesuai dengan keekonomian,” ujar Yunus.

Transparansi

Terpenting, kata Yunus, dalam pengembangan listrik panas bumi pemerintah hanya meminta transparansi dari pengembang. “Konsep b to b diterima ialah asal itu open book,” jelasnya.

Yunus menegaskan pemerintah selalu menekankan harga listrik EBT harus kompetitif adalah demi listrik berkeadilan. Dimana elektr ifikasi bukan hanya harus terpenuhi dan terdistribusi tapi juga harus terjangkau oleh masyarakat.

“Sangat ironis kita sediakan energi tapi tak mampu masyarakat untuk membeli itu akan lebih parah,” jelasnya. (DS/yi)

Sumber: Google News | Liputan 24 Muara Enim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »