Liputan 24 Sumatera Selatan | Liputan 24 Indonesia
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 1:43 PM

Pertumbuhan Ekonmi Sumatera Selatan Capai angka 6,14 Persen ...

Berita Palembang

Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan Capai Angka 6,14 Persen Tertinggi Sepanjang Tahun 2018

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan ketiga di angka 6,14 persen, tertinggi selama 2018.

Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan Capai Angka 6,14 Persen Tertinggi Sepanjang Tahun 2018SRIPOKU.COM/JATI PURWANTIKepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih.

Laporan wartawan sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan ketiga mencapai angka 6,14 persen dan tertinggi selama 2018.

Pencapaian tersebut bahkan melampui angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya tumbuh sekitar 5,17 persen.

Kepala Pusat Badan Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, pertumbuhan ekonomi sumsel di Triwulan Ketiga ini didorong semua sisi, mulai lapangan usaha, sisi pengeluaran, sisi produksi dan lainnya.

"Dorongan dari lapangan usaha di dukung hampir semua lapangan, yang tertinggi dari akomodasi dan makanan minuman yang tumbuh sebesar 13,58 persen," ujarnya, Selasa (06/11).

Sebagai catatan pada triwulan pertama angka pertumbuhan ekonomi sumselsebesar 5, 89 persen, lalu naik sebesar 6, 07 persen pada triwulan kedua Juni lalu.

"Di triwulan keempat nanti kami memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 6, 02 persen. Sehingga secara tahunan ekonomi Sumsel tumbuh sebesar 6,02 persen juga," kata Endang.

Endang menerangkan pertumbuhan ekonomi tersebut masih merupakan dampak penyelenggaraan Asian Games yang juga di Pal embang pada Agustus hingga September lalu.

Jika dilihat secara menyeluruh dari Triwulan pertama hingga ketiga tahun ini, komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi ini di Sumsel berasal dari akomodasi, makanan minuman dan ekspor luar negeri.

"Banyak tamu yang datang ke Sumsel yang kemudian meningkatkan permintaan akomodasi seperti keperluan penginapan dan makanan minuman," terangnya.

Baca: Abdul Rohim Tewas Diduga Disambar Petir Saat Menggembala Sapi Miliknya di Indralaya Ogan Ilir

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Jati Purwanti Editor: Tarso Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Video Pi lihanSumber: Berita Sumatera Selatan

thumbnail

Posted by On 12:09 PM

Pelayanan publik di Sumatera Selatan masuk kategori buruk

Merdeka > Peristiwa Pelayanan publik di Sumatera Selatan masuk kategori buruk Senin, 5 November 2018 20:28 Reporter : Irwanto Ombudsman Republik Indonesia. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Pelayanan publik di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Selatan masih berada dalam kategori buruk. Kondisi ini terus berulang selama beberapa tahun dan tidak ada peningkatan.

BERITA TERKAI T
  • Tim SAR temukan 2 jenazah dari puing bangunan dihantam likuifaksi di Petobo
  • Parah, kelebihan kapasitas lapas di Kaltim dan Kaltara capai 400-700 persen
  • 13 Jenazah korban Lion Air kembali teridentifikasi, ini identitasnya

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel M Adrian Agustiansyah mengungkapkan, pihaknya baru melakukan penilaian kepatuhan penyelenggara layanan publik di beberapa kabupaten dan kota di provinsi Sumatera Selatan. Hasilnya mengejutkan, sebab mayoritas masih berada di kategori kuning dan merah.

"Untuk tahun ini diumumkan Desember nanti. Tapi penilaian tahun-tahun sebelumnya masih banyak yang kuning dan merah," ungkap Andrian, Senin (5/11).

Untuk kategori hijau hanya diraih Pemerintah Provinsi Sumsel, Kota Palembang dan Lubuklinggau. Kategori kuning diberikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir, Lahat, dan Kota Prabumulih. Sedangkan kategori merah diberikan kepada Kabupaten Ogan Komering U lu.

"Untuk kategori kuning dan merah terjadi selama tiga hari berturut-turut, tidak ada perubahan atau peningkatan," ujarnya.

Menurut dia, penilaian kepatuhan ini menyasar ke setiap pelayanan publik. Pelayanan terburuk berada di tiga instansi, yakni pemerintah daerah, pertanahan, dan kepolisian.

"Semua instansi kita nilai, tapi yang banyak dilaporkan dan pelayanannya masih buruk di tiga lembaga itu," jelasnya.

Dia menambahkan, penilaian tersebut baru dilakukan dalam aspek fisik setiap instansi. Seperti kemudahan mendapatkan informasi, kelengkapan fasilitas secara umum, fasilitas bagi difabel, dan lainnya.

"Kalau fisiknya saja buruk, tentu pengaruhnya pelayanan aparaturnya juga. Dari situ kita bisa menilai sendiri," kata dia.

"Kami minta pemerintah daerah harus meningkatkan pelayanan publik, minimal sama dengan apa yang dilakukan perbankan. Untuk bank-bank sudah baik," tutupnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Ombudsman
  2. Palembang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Pilpres 2019

  • 7 November, Bawaslu putuskan laporan iklan rekening Jokowi-Ma'ruf di koran

  • Yusril sebut Hotman Paris ditunjuk jadi pengacara Prabowo-Sandi

  • Yusril ungkap peran Erick Thohir atas keputusannya jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf

Rekomendasi

Sumber: Berita Sumatera Selatan

thumbnail

Posted by On 12:09 PM

Ombudsman Sumsel Dorong Gubernur Herman Deru Tindak ...

Berita Gubernur Sumsel

Ombudsman Sumsel Dorong Gubernur Herman Deru Tindak Angkutan Truk Batubara

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan secepatnya akan menegakkan aturan untuk mengatur lalu lintas angkutan truk batubara agar lebih tertib

Ombudsman Sumsel Dorong Gubernur Herman Deru Tindak Angkutan Truk BatubaraHumas Pemprov SumselGubernur Herman Deru Terima Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel TRIBUNSUMSEL.COM - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima kunjungan Kepala Kantor Perwakilan Ombusdman RI wilayah Sumatera Selatan, Adrian Agustiansyah dan jajarannya, di ruang tamu gubernur, Senin (5/11/2018). Kedatangan Perwakilan Ombusdman RI wilayah Provinsi Sumatera Selatan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan beberapa aspirasi atau keluhan dari masyarakat terhadap pemerintah daerah. Adrian mengatakan, keberadaan Ombusdman RI di tiap-tiap daerah berfungsi untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah demi meningkatkan pelayanan publik yang semakin baik.

Baca: Takut Elektabilitas Politiknya Turun, Alasan Ahmad Dhani Enggan Komentari Pernikahan Maia Estianty

Dalam pertemuan itu pihak Ombusdman Sumsel menyampaikan beberapa keluhan dari masyarakat kepada gubernur. Dari beberapa keluhan yang dilaporkan, salah satu keluhan yang saat ini sangat mengganggu kenyaman masyarakat adalah terkait dengan lalu lintas truk batubara.

Baca: Gubernur Herman Deru Minta HIPMI Sumsel Merangkul Petani dan Tularkan Jiwa Entrepreneurship

Adrian membenarkan bahwa keluhan terkait truk batubara sudah sangat menggangu kenyamanan masyarakat Sumatera Selatan sejak lama. "Dan yang sa ngat menjadi keluhan dan ini juga menjadi kunci kemudian adalah keluhan terhadap truk batubara, kalau bisa untuk di segerakan, "ujar salah satu perwakilan Ombusdman yang hadir. Terkait aduan itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan secepatnya akan menegakkan aturan untuk mengatur lalu lintas angkutan truk batubara agar lebih tertib. HD juga meminta bantuan Ombusdman Sumsel untuk mendukung kebijakan tersebut. "Terkait batubara, UU Minerba memang mengatakan angkutan batubara dapat melewati jalan umum, tapi arti kata dapat itukan dispensasi, artinya bukan untuk selamanya," katanya. "Perda kita nomor 5 Tahun 2011, boleh di klik, itu memang melarang, sampai dengan ada jalan khusus, dan jalan khusus pun sudah ada”ujar HD. Menurut HD keberadaan truk batubara itu memang sangat meresahkan sehingga perlu segera ditindaklanjuti secara serius. HD juga menambahkan kaitannya dengan sarana infrastruktur menurutnya di tahun 2019 semua kewajiban provinsi terkait ja lan yang tidak layak akan segera di selesaikan. "Terkait infrastruktur, tahun 2019 untuk kewajiban provinsi itu clear, tahun 2019 semua kewajiban provinsi terkait jalan yang tidak layak akan menjadi layak," tegas HD. Tak hanya itu HD juga berharap agar Ombusdman dan pemprov dapat bersama-sama mengedukasikan kepada masyarakat sumsel terkait alur proses pelaporan keluhan masyarakat yang benar. Menurutnya saat ini masih banyak masyarakat yang mengerti tentang bagaimana dan kepada siapa seharusnya masyarakat apabila ingin melaporkan suatu aspirasi atau keluhannya. Dalam kesempatan itu HD juga menambahkan bahwa pihaknya akan merevisi Perda nomor 3 tahun 2013 tentang pelayanan publik.
Editor: Siemen Martin Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Sumatera Selatan

thumbnail

Posted by On 12:09 PM

Wisata Halal Sumatera Selatan Nominasi Anugerah Syariah ...

Wisata Halal Sumatera Selatan Nominasi Anugerah Syariah Republika Reporter:

Antara

Editor:

Tulus Wijanarko

Senin, 5 November 2018 16:51 WIB
Pengunjung melihat ukiran bait Alquran di kompleks Bayt Alquran Al Akbar Palembang, Sumatera Selatan, Senin (26/6/2017). (ANTARA /Feny Selly)

Pengunjung melihat ukiran bait Alquran di kompleks Bayt Alquran Al Akbar Palembang, Sumatera Selatan, Senin (26/6/2017). (ANTARA /Feny Selly)

TEMPO.CO, Palemban g - Berbagai terobosan wisata halal yang dilakukan Provinsi Sumatera Selatan membuat daerah ini masuk nominasi destinasi halal versi Anugerah Syariah Republika 2018. Sumatera Selatan akan bersaing dengan 14 daerah lain di Indonesia.

“Destinasi wisata halal di Sumsel mampu mencuri perhatian wisatawan nusantara dan mancanegara sehingga masuk nominasi destinasi halal terfavorit pada Anugerah Syariah Republika 2018,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn di Palembang, Senin, 5 November 2018.

Irene menegaskan Sumatera Selatan bukan sekadar pempek dan Jembatan Ampera. Sumatera Selatan juga memiliki destinasi andalan lain, seperti Jakabaring Sport City, Kampung Arab Al Munawar di tepi Sungai Musi, dan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin.

Lalu ada Al-Quran Akbar atau Bayt Al-Quran. “Bayt Al-Quran itu dari ukiran kayu terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al-Quran 30 juz,” ujar Irene.

Menurut Irene, wisa ta halal tengah menjadi tren di Indonesia. Setidaknya saat ini ada 10 provinsi yang telah mewujudkan tren tersebut. Wisata halal mulai dilirik karena tingginya turis muslim mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Potensi wisata halal diprediksi bisa menyumbang devisa negara Rp 46 triliun.

Untuk meraih Anugerah Syariah Republika tersebut, Sumatera Selatan harus bersaing dengan Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Yogyakarta, dan daerah lain. Peran masyarakat Sumatera Selatan, kata Irene, sangat diperlukan karena pemenang juga akan ditentukan melalui mekanisme voting dengan cara mengklik tautan yang tersedia.

ANTARA

Lihat Juga


Terkait
  • Kain Tenun Pringgasela Bisa Dorong Wisata Halal di Lombok

    Kain Tenun Pringgasela Bisa Dorong Wisata Halal di Lombok

    13 hari lalu
  • Ditandai Bazar Kuliner, Walikota Malang Meluncurkan Wisata Halal

    Ditandai Bazar Kuliner, Walikota Malang Meluncurkan Wisata Halal

    14 hari lalu
  • Sumatera Barat Tawarkan Wisata Halal kepada Turis Oman

    Sumatera Barat Tawarkan Wisata Halal kepada Turis Oman

    20 hari lalu
  • Indonesia Siapkan Standar Wisata Halal Agar Bisa Bersaing

    Indonesia Siapkan Standar Wisata Halal Agar Bisa Bersaing

    21 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Wisata Halal Sumatera Selatan Nominasi Anugerah Syariah Republika

    Wisata Halal Sumatera Selatan Nominasi Anugerah Syariah Republika

    9 jam lalu
  • Andika Pratama Putra Pernah Memandu Pendaki Mount Everest

    Andika Pratama Putra Pernah Memandu Pendaki Mount Everest

    10 jam lalu
  • Sabang Berambisi Menjadi Kawasan Freediving Andalan

    Sabang Berambisi Menjadi Kawasan Freediving Andalan

    12 jam lalu
  • Di Amerika, Penari Keraton Yogyakarta Hadapi Suhu 6 Derajat

    Di Amerika, Penari Keraton Yogyakarta Hadapi Suhu 6 Derajat

    14 jam lalu
  • Foto
  • Cicip Aneka Makanan Menjijikkan di Disgusting Food Museum

    Cicip Aneka Makanan Menjijikkan di Disgusting Food Museum

    2 hari lalu
  • Teras Sunda, Destinasi Wisata Budaya Terbaru di Bandung

    Teras Sunda, Destinasi Wisata Budaya Terbaru di Bandung

    4 hari lalu
  • Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    8 hari lalu
  • Menikmati Keindahan Pemandangan Dana   u Derborence di Swiss

    Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    9 hari lalu
  • Video
  • Melihat Lebih Dekat Pesona Gunung Kumgang Korea Utara

    Melihat Lebih Dekat Pesona Gunung Kumgang Korea Utara

    2 hari lalu
  • Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    9 hari lalu
  • Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    9 hari lalu
  • Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    17 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Turis Asing China Paling Banyak ke Sulawesi Utara, Ini Sebabnya

  • 2

    Kabupaten Cianjur Percepat Benahi Zona Pendukung Gunung Padang

  • 3

    Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta

  • 4

    Andika Pratama Putra Pernah Memandu Pendaki Mount Everest

  • 5

    Di Amerika, Penari Keraton Yogyakarta Hadapi Suhu 6 Derajat

  • Fokus
  • Tampang Boyolali; Diantara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

    Tampang Boyolali; Diantara Dugaan Politisasi dan Gurauan Prabowo

  • Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

    Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

  • Sepekan    Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

    Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

  • Tilang Elektronik, Sanksi Diberlakukan tapi Masih Ada Kelemahan

    Tilang Elektronik, Sanksi Diberlakukan tapi Masih Ada Kelemahan

  • Terkini
  • Roah Segare, Tradisi Ruwatan Laut Masyarakat Desa Kuranji, Lombok

    Roah Segare, Tradisi Ruwatan Laut Masyarakat Desa Kuranji, Lombok

    6 jam lalu
  • Kawasan Wisata Bahari Pulau Tikus Terancam Tenggelam

    Kawasan Wisata Bahari Pulau Tikus Terancam Tenggelam

    9 jam lalu
  • Wisata Halal Sumatera Selatan Nominasi Anugerah Syariah Republika

    Wisata Halal Sumatera Selatan Nominasi Anugerah Syariah Republika

    10 jam lalu
  • Mengenal Ogok Manai, Hiasan Kepala Cantik Khas Mentawai

    Mengenal Ogok Manai, Hiasan Kepala Cantik Khas Mentawai

    10 jam lalu
  • Andika Pratama Putra Pernah Memandu Pendaki Mount Everest

    Andika Pratama Putra Pernah Memandu Pendaki Mount Everest

    12 jam lalu
  • Sabang Berambisi Menjadi Kawasan Freediving Andalan

    Sabang Berambisi Menjadi Kawasan Freediving Andalan

    14 jam lalu
  • Di Amerika, Penari Keraton Yogyakarta Hadapi Suhu 6 Derajat

    Di Amerika, Penari Keraton Yogyakarta Hadapi Suhu 6 Derajat

    16 jam lalu
  • Kabupaten Cianj   ur Percepat Benahi Zona Pendukung Gunung Padang

    Kabupaten Cianjur Percepat Benahi Zona Pendukung Gunung Padang

    16 jam lalu
  • Turis Asing China Paling Banyak ke Sulawesi Utara, Ini Sebabnya

    Turis Asing China Paling Banyak ke Sulawesi Utara, Ini Sebabnya

    16 jam lalu
  • Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta

    Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta

    19 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Freddy Mercury dan 5 Selebritas yang Kalah oleh HIV AIDS

    Inilah Freddy Mercury dari band Queen dan lima selebritas dunia yang kalah dalam melawan HIV serta AIDS lalu akhirnya meninggal dunia.

    Sumber: Berita Sumatera Selatan

    thumbnail

    Posted by On 4:32 PM

    Berita Palembang: Sumsel Masuk Nominasi Destinasi Halal ASR ...

    Berita Palembang

    Berita Palembang: Sumsel Masuk Nominasi Destinasi Halal ASR 2018

    Provinsi Sumatera Selatan masuk daftar nominasi destininasi halal terfavorit pada Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018.

    Berita Palembang: Sumsel Masuk Nominasi Destinasi Halal ASR 2018   ISTSungai Musi, salah satu destinasi wisata Sumsel .

    Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

    SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Provinsi Sumatera Selatan masuk daftar nominasi destininasi halal terfavorit pada Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018.

    Sumsel termasuk dalam daftar 14 provinsi di Indonesia yang masuk dalam t ujuan wisata halal atau ramah muslim paling favorit di Indonesia.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn membenarkan kabar gembira tersebut.

    Baca: Sumsel Bakal Galakkan Wisata Halal, Berikan Promo Menarik untuk Wisatawan

    “Sumatera Selatan kembali bersaing dan masuk sebagai daerah destinasi wisata yang mencuri perhatian wisatawan nusantara dan mancanegara. Kali ini masuk nominasi destinasi halal terfavorit pada Anugerah Syariah Republika 2018,” Jelasnya, Minggu (4/11).

    Menurut Irene Camelyn, agar Sumsel bisa meraih ASR 2018 harus bersaing dengan beberapa daerah diantaranya Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Yogjakarta dan daerah lainnya.

    “Untuk bisa meraih kemenangan ASR 2018 saya mengajak seluruh masyarakat Sumsel ayo //vote// Sumatera Selatan dengan klik https://republika.co.id/page/ halal/2018 sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

    Baca: Meriahkan As ian Games, Dinas Pariwisata Palembang Gelar Atraksi Berbeda Tiap Hari Sampai 2 September

    Lanjutnya lagi, Sumatera Selatan kaya dengan destinasi wisata. “Sumatera Selatan itu surganya //avonturir.// Sumatera Selatan lebih dari sekedar pempek dan jembatan Ampera. Kami sekarang memiliki //sport tourism// yaitu komplek olahraga Jakabaring Sport City yang baru menjadi tempat pertandingan Asian Games XVIII. Sumsel juga punya destinasi wisata halal,” katanya.

    Jika berkunjung ke Palembang, Irene Camelyn mengajak wisatawan nusantara dan mancanegara jangan lupa datang ke Kampung Arab Al Munawar yang terletak di tepi sungai Musi.

    Baca: Jepang Kembangkan Wisata Halal untuk Pikat Wisatawan Muslim

    “Kampung Al Munawar menjadi salah satu destinasi wisata halal di Sumsel. Kampung ini mencatat sejarah peradaban Arab di Indonesia. Di sini tinggal sebagian besar keturunan Arab di Palembang. Di sini ada arsitektur rumah panggung yang berusia s ekitar300 tahun dan bisa kuliner khas Timur Tengah seperti nasi kebuli atau minum kopi dan kesenian Arab,” ujar mantan Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Sumsel.

    Destinasi wisata lainnya adalah Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) dan Alquran Akbar atau Bait Alquran dari ukiran kayu terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Alquran 30 juz. Terbuat dari jenis kayu tembesu, khas ukiran Palembang. Mushaf Alquran terbuat dari lembaran kayu setinggi 2 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Berwarna dasar coklat dengan tulisan timbul berwarna emas.

    Penulis: Wahyu Kurniawan Editor: Siti Olisa Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Sumatera Selatan