Siswi SD di Lahat Mengeluh Sakit di Area Intimnya | Liputan 24 Sumatera Selatan
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Siswi SD di Lahat Mengeluh Sakit di Area Intimnya

Posted by On 2:41 PM

Siswi SD di Lahat Mengeluh Sakit di Area Intimnya

Siswi SD di Lahat Mengeluh Sakit di Area Intimnya

Awalnya, MI mengira hanya sakit biasa. Namun, ia terkejut saat M mengaku sudah dicabuli A.

Siswi SD di Lahat Mengeluh Sakit di Area IntimnyaKOMPAS.COMIlustrasi Pencabulan

LAHAT, TRIBUNSUMSEL.COM - MI, warga Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, tak mampu menahan amarahnya setelah mendengar putrinya, M yang masih berusia enam tahun dicabuli oleh A (16) yang juga warga setempat.

Peristiwa itu diketahui ketika sang buah hatinya mengeluhkan rasa sakit di area intim. Awalnya, MI mengira hanya sakit biasa. Namun, ia terkejut saat M mengaku sudah dicabuli A.

Menurut cerita M, peristiwa itu terjadi Senin (6/11/2017 ). Saat itu, M bermain bersama teman-teman di sekolahnya, kemudian hendak buang air kecil ke belakang sekolah. Saat itulah datang, A langsung menarik tangan bocah kelas satu SD itu. Kemudian A langsung menyeret M ke belakang bangunan sekolah, lalu melepas rok dan celana dalam M dan diduga trjadilah pencabulan.

"Pengakuan anak saya, belum masuk, karena nyangkut," kata MI, saat mendatangi Lembaga Pemerintah Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) Lahat, Selasa (5/12/2017).

Tidak terima atas apa yang dialami putrinya, MI pun langsung mencari A, yang berstatus remaja putus sekolah. Saat ditemukan, A membantah mencabuli M. Namun MI tidak percaya dengan pengakuan A, kemudian melaporkan kejadian itu ke Kades Tanjung Sirih. Upaya mediasi dilakukan, meski tidak ditemukan penyelesaian.

"Keluarga A tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah ini sama sekali, makanya kami sarankan keluarga anak yang diduga dilecehkan melapor ke LP3A," kata Kades Tanjung S irih, Hidayat.

Ketua LP3A Lahat, M Aplitara Gumay SH menyatakan, setelah mendengarkan keterangan orang tua korban, dan aparat Desa Tanjung Sirih, hanya jalur hukum yang dapat menyelesaikan masalah itu.

"Kami meminta penyidik bisa melakukan proses hukum, meski masih berstatus anak-anak. Supaya kejadian ini tidak terulang, kami juga khawatir main hakim sendiri dari pihak keluarga korban, kalau tidak ada kejelasan. Kami akan terus memantau kasus ini," tegasnya. (cr22/sp)

Editor: Eko Adiasaputro Ikuti kami di Dituding Siarkan Langsung Pornografi Anak di Facebook, TKW Ini Alami Nasib Apes Sumber: Google New s | Liputan 24 Lahat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »