Sumatera Selatan jadi Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO | Liputan 24 Sumatera Selatan
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sumatera Selatan jadi Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO

Posted by On 6:01 AM

Sumatera Selatan jadi Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO

Berita Palembang

Sumatera Selatan jadi Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO

Sejak kebakaran dan lahan besar tahun 2015 lalu, sebagian besar hutan di Sumsel mengalami kerusakan hampir seluas 70 ribu hektare.

Sumatera Selatan jadi Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCODok. Humas Pemprov SumselSumsel Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO.

PALEMBANG -- Provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah sidang ke-30 dari “The Man and Biosphere International Co-ordinating Council (MAB-ICC) UNESCO” yang berlangsung di Hotel Novotel Palembang, 23-28 Juli 2018.

Sidang MAB-ICC ini merupakan pertemuan tahunan dari negara-negara anggota UNESCO yang tergabung dalam program MAB, berkat kerjasama Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pembukaan sidang ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, Dirjen KSDAE Kementerian KLHK, Ir. Wiratno MSc., Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, serta hadir sekitar 300 partisipan dari 45 negara yang merupakan anggota World Network of Biosphere Reserve (WNBR) dari Asia, Australia, Afrika dan Amerika serta perwakilan kantor utama UNESCO di Paris.

Sumsel Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO.
Sumsel Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO. (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Gu bernur Alex Noerdin dalam kesempatan ni mengatakan, sejak kebakaran dan lahan (Karhutla) besar tahun 2015 lalu, sebagian besar hutan di Sumsel mengalami kerusakan hampir seluas 70 ribu hektare.

Bahkan, asap dari Karhutla tersebut sempat mencapai negara tetangga Malaysia dan Singapura hingga mengakibatkan Indonesia dikecam.

"Bagaimana memperbaiki hutan yang rusak tersebut, untuk itu Pemerintah Provinsi Sumsel berkeliling ke berbagai negara untuk mengikuti berbagai kegiatan tentang lingkungan tujuannya untuk mencari bantuan," ungkap Alex.

"Alhamdulillah ada 11 lokasi yang dibantu, baik itu bantuan dari pemerintah pusat, hingga dari NGO (Non-Governmental Organization) yang perduli terhadap lingkungan."

"Ini semua bukan hanya kepentingan untuk Sumsel maupun Indonesia tapi ini merupakan bentuk peranan Indonesia terhadap lingkungan di dunia," lanjut Alex.

Sumsel Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO
Sumsel Tuan Rumah Sidang ke-30 MAB-ICC UNESCO (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Sementara itu, dalam sidang ke-30 MAB-ICC, Indonesia mengharapkan bisa menambah tiga wilayah sebagai cagar biosfer baru.

etiga wilayah yang dinominasikan adalah Berbak Sembilang (Sumsel-Jambi), Betung Kerihun Danau Sentarum, serta Kapuas Hulu dan Rinjani-Lombok.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Ahmad Sadam Husen Ikuti kami di Hentikan Pengendara Motor Ngebut Berboncengan 3, Polantas Terkejut Ternyata Sedang Bawa Jenazah Sumber: Berita Sumatera Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »