Penjelasan BMKG soal hujan es di Lubuklinggau Sumatera Selatan | Liputan 24 Sumatera Selatan
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Penjelasan BMKG soal hujan es di Lubuklinggau Sumatera Selatan

Posted by On 7:42 AM

Penjelasan BMKG soal hujan es di Lubuklinggau Sumatera Selatan

Merdeka > Peristiwa Penjelasan BMKG soal hujan es di Lubuklinggau Sumatera Selatan Selasa, 16 Oktober 2018 13:43 Reporter : Irwanto hujan es di Sumsel. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan hujan es yang terjadi di kota itu. Fenomena alam tersebut menjadi perbincangan publik karena videonya menyebar ke media s osial.

BERITA TERKAIT
  • Menko Luhut dorong BMKG perbarui sistem peringatan dini bencana alam
  • BMKG: Masyarakat Lombok harus tenang, tapi tetap waspada
  • BMKG: Waspada gelombang tinggi hingga 6 meter pada 24 dan 25 Juli

Peristiwa itu terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang, Senin (15/10) sore. Tak ingin kehilangan momen, banyak warga merekam hujan es itu melalui handphone.

Salah satunya diabadikan oleh seorang warga yang berada di Jalan Kemuning, Kelurahan Jogoboyo, Lubuklinggau, saat kejadian. Dalam video berdurasi 2.38 menit itu nampak jelas butiran es jatuh bersamaan dengan air hujan.

Warga pun mengumpulkan butiran es itu ke dalam baskom. Diameter gumpalan tersebut bervariasi, mulai dari satu hingga dua sentimeter.

Di waktu bersamaan, terjadi juga angin kencang dan petir. Akibatnya banyak atap rumah lepas dan pohon tumbang yang menutup akses jalan. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadia n tersebut.

Peristiwa itu dibenarkan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji. Menurut dia, hujan es tersebut biasanya terjadi saat peralihan musim. Saya angkat udara tidak kuat lantaran golakan dalam awan signifikan.

"Ini biasa disebut fenomena hasil. Awan cumulonimbus dekat dengan permukaan, sekitar lima kilometer. Biasanya terjadi saat peralihan musim," ungkap Bambang, Selasa (16/10).

Dia mengimbau warga waspada jika terjadi fenomena hujan es yang membahayakan. Begitu juga dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang diprediksi terjadi di beberapa daerah.

"Tetap waspada, hindari pohon besar dan daerah terbuka saat hujan turun karena ada potensi petir," katanya. [rhm]

Baca Juga:
3 Penyebab Indonesia suhunya panas dan belum memasuki musim hujanPenjelasan BMKG soal cuaca panas yang melanda JakartaBMKG minta warga jangan takut gesekan lempeng tektonik LembangBMKG sebut sejak 2008 buoy sudah tidak digunakan untuk deteksi tsunamiDPR desak pemerintah tambah anggaran BMKGBMKG bantah cabut peringatan tsunami di Sulawesi Tengah
Topik berita Terkait:
  1. BMKG
  2. Musim Hujan
  3. Perubahan Iklim
  4. Cuaca Ekstrem
  5. Palembang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Gempa Palu

  • Minggu ini, PUPR bangun 1.200 hunian sementara untuk korban bencana Sulawesi Tengah

  • Keluarga korban gempa & tsunami Palu sibuk urus surat keterangan kematian

  • 735 Pangkalan elpiji Pertamina sudah beroperasi di Sulteng

Rekomendasi

Sumber: Berita Sumatera Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »